Inilah daftar 10 nama tokoh yang masuk nominasi calon pahlawan nasional yakni:
- Ali Sadikin dari Jawa Barat
- Jend. Besar (TNI) Purn. H.M. Soeharto dari Jawa Tengah.
- KH Abdurrahman Wahid dari Jawa Timur.
- Pakubuwono X dari Jawa Tengah.
- Sanusi dari Jawa Barat.
- Andi Depu dari Sulawesi Barat.
- Habib Sayid al Jufrie dari Sulawesi Tengah.
- Andi Makkassau dari Sulawesi Selatan.
- Johannes Leimena dari Maluku.
- Abraham Dimara dari Papua.
Ali Sadikin tentu saja banyak yang kenal. Pria kelahiran Sumedang, 7 Juli 1927 dan meninggal di Singapura 20 Mei 2008 dikenal luas sebagai Gubernur Jakarta dan pernah menjabat sebagai Deputi Kepala Staf Angkatan Laut, Menteri Perhubungan Laut Kabinet Kerja, Menteri Koordinator Kompartemen Maritim/Menteri Perhubungan Laut Kabinet Dwikora dan Kabinet Dwikora yang disempurnakan di bawah pimpinan Presiden Soekarno.
Soeharto
Siapa yang tidak kenal pria kelahiran Kemusuk, Argomulyo, Yogyakarta, 8 Juni 1921 dan meninggal di Jakarta, 27 Januari 2008 sebagai presiden Indonesia yang menggelari dirinya Bapak Pembangunan, spirit partai Golkar dan dicap sebagai "penanggung jawab kebobrokan Orde Baru".
Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
Kiai yang lahir di Jombang, Jawa Timur, 7 September 1940 dan meninggal di Jakarta , 30 Desember 2009 adalah kiai pertama yang dipercaya menjadi presiden Indonesia yang keempat. Pria yang dikenal suka nyeleneh ini adalah tokoh NU.
Pakubuwono X
Dibandingkan ketiga tokoh di atas, Pakubuwono publik dewasa ini agak kurang mengenalnya. Pria bernama asli Raden Mas Malikul Kusno yang lahir di Surakarta, 29 November 1866 dan wafat di Surakarta, 1939 adalah raja Kasunanan Surakarta 30 Maret 1893 - 1 Februari 1939. Pria ini dikenal sebagai Sunan Panutup dan dikenal sebagai pendukung Sarekat Islam cabang Solo yang merupakan organisasi pergerakan nasional berpengaruh di Indonesia.
Sanusi
Berita-berita tentang pengusulan nama calon pahlawan nasional hanya menyebut Sanusi saja, padahal Sanusi di Indonesia sangat banyak, demikian pula tokoh-tokoh pergerakan bernama Sanusi misalnya Sanusi Hardjadinata, KH Ahmad Sanusi. Menyimak berita-berita akhir ini, Sanusi yang dimaksud barangkali adalah KH Ahmad Sanusi, kiai kelahiran Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, 1881 dan wafat di Pesantren Gunung Puyuh, Sukabumi, 1950. Kiai inilah tokoh Persatuan Ummat Islam Indonesia (PUII) yang kemudian bergabung dengan Perikatan Ummat Islam (PUI) pimpinan KH Abdul Halim menjadi Persatuan Umat Islam (PUI) yang lahir di Bogor, 5 April 1952 yang sekarang diketuai oleh Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan.
Andi Depu
Inilah satu-satunya nominasi wanita dalam 10 nominasi calon pahlawan nasional. Hajjah Andi Depu Maraddia Balanipa. Tokoh yang digelari Ibu Agung yang lahir 1907 dan wafat 1985 ini merupakan satu-satunya tokoh yang berhasil mempertahankan merah putih di sepanjang Sulawesi Selatan dan Barat, yakni di Tinambung Polewali Mandar.
Habib Sayyid al Jufri
Tidak jelas siapa Habib Sayyid al Jufri seperti diberitakan dalam pemberitaan nominasi pahlawan nasional yang beredar akhir-akhir ini. Tetapi di antara Habib al Jufri yang berpengaruh di Sulawesi Tengah adalah kakek Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Dr. Salim Segaf al Jufri, yakni Habib Idrus bin Salim al Jufrikelahiran Taris, Seiwun Hadramaut pada tanggal 15 Maret 1881 dan meninggal 22 Desember 1969. Beliau adalah pendiri Yayasan al-Khairaat yang memiliki lembaga pendidikan dari tingkat SD hingga Universitas yang tersebar di seantero Sulawesi, Kalimantan, Maluku dan Irian. Read More..
Hasil sementara pertandingan persahabatan Indonesia - Uruguay 1-0 untuk kemenangan Indonesia melawan juara 4 Piala Dunia tersebut. Gol perdana tim Indonesia dicetak oleh Boaz Solossa.
Read More..Postingan kali ini hanya sekedar untuk verifikasi feed ke digg. Tidak ada makna apa-apa. Oleh karenanya, mohon maaf.
Antasari Azhar resmi divonis 18 tahun penjara, meski banyak nada-nada keberatan tentang pembuktian keterlibatan Antasari. Banyak publik yang menganggap bahwa pelibatan Antasari dalam kasus pembunuhan Nasrudin adalah rekayasa.
Namun, siapakah dalang di balik rekayasa tersebut?
Jika tuduhan diarahkan ke kejaksaan, sepertinya memang ada alasan. Sikap jaksa agung yang masih tetap belum puas dapat dijadikan indikasi. Apalagi kalau mengingat dendam aparatur kejaksaan terhadap Antasari.
Namun, yang lebih mencurigakan sebenarnya adalah sikap oknum KPK sendiri. Tidak ada satu pun, staf KPK menghadiri sidang Antasari. Sikap yang kemudian mengundang empati mantan Wantimpres, pengacara senior Adnan Buyung Nasution yang diam-diam mengunjungi Antasari.
Caleg terpilih dari Golkar Rohul yang juga mantan Ketua DPRD Rohul dipastikan tidak dilantik kembali. Pasalnya, SK pemecatan yang bersangkutan sebagai kader Golkar telah disetujui.
Alasan pemecatan yang dikemukakan adalah perlawanannya terhadap Bupati Rohul Achmad. Terakhir, Teddy menolak mengesahkan RAPBD Rohul.
Dalam sejarah Rohul, perseteruan antara Teddy dengan Achmad, perseteruan Ketua DPRD dengan Bupati ini memang sering kali terjadi. Kita tidak tahu, apakah motifnya untuk kesejahteraan rakyat ataukah untuk ambisi pribadi, tetapi adanya pertikaian semacam itu menunjukkan hidupnya demokrasi.
Kalau legislatif dengan eksekutif seru-seruan seperti itu, tentu tipislah kemungkinan kongkalingkong, dan selama masa-masa perseteruan tentu saja, kemungkinan korupsi akan semakin tipis. Logikanya.
Terlepas benar tidaknya Teddy, sangatlah langkah figur legislatif yang mau mengambil risiko berada di atas bara di saat-saat posisinya sedang enak, seperti yang dilakoni Teddy.
Abdul Hafiz Anshary, pecundang Pilkada Kalimantan Selatan yang populer dengan ketidakbecusan kinerjanya selama menjabat sebagai Ketua KPU membuat sebuah usulan yang sangat tidak populer di era demokrasi ini, yaitu pengembalian pemilihan gubernur oleh DPRD. Jika usulan ini jadi dilaksanakan, mungkin usulan-usulan untuk mundur ke belakang seperti pemilihan presiden dan wakil presiden oleh MPR dan sebagainya akan dengan gampang ditelorkan.
Alasan mendasar dikeluarkannya usulan tersebut oleh si "pecundang yang tidak becus" adalah tidak lain masalah biaya. Menurut Hafiz, biaya yang dikeluarkan selama pilkada sangat besar. Hafiz yang mengalami kekalahan dalam pilgub menyatakan bahwa pilkada juga syarat dengan politik uang, meski pemilihan oleh DPRD juga syarat politik uang.
Masalahnya mungkin hanya satu, politik uang yang dijalankan untuk pemilihan DPRD resikonya lebih kecil. Kalau seseorang sudah berhasil menyuap anggota DPRD dapat dipastikan dia bisa duduk tenang menunggu saat-saat Hari Hnya saja, sebaliknya money politic dalam pilkada memiliki resiko yang sangat besar. Bisa jadi, pada hari H, masyarakat pemilih justeru bertindak berdasarkan hati nuraninya. Selain itu, menyuap masyarakat jauh lebih susah daripada menyuap anggota DPRD yang jumlahnya tidak seberapa.
Kalau permasalahannya biaya, seharusnya KPU berpikir bagaimana caranya pembiayaan pilkada menjadi lebih irit dan terhadap masalah money politic, KPU pun harus merancang suatu sistem pemilihan yang lebih ketat.
Tidak mau ambil pusing
KPU di zaman Hafiz terkesan tidak mau ambil pusing dan berusaha mengurangi kerja-kerja yang menjadi bebannya. Lihat saja pelaksanaan pileg dan pilpres. Setiap ada masalah KPU mengabaikannya dan melemparkannya ke MK.
Pilkada pun akan menjadi beban kerja KPU. Oleh karenanya, biar kerjanya lebih enteng, KPU berusaha mengurangi pilkada, yakni dengan menghapuskan pilkada gubernur.
Pertanyaannya: Kalau memang tidak mau menanggung beban, kenapa mau jadi komisioner KPU?
-
-
Sembari ngeblog, kumpulkan uang!
Mari berkumpul dengan blogger lainnya di kumpulblogger
Laman
Arsip Blog
- Oktober 2010 (5)
- Februari 2010 (1)
- September 2009 (1)
- Agustus 2009 (3)
- Juli 2009 (22)
- Juni 2009 (60)
- Mei 2009 (17)
- Februari 2008 (1)
- Oktober 2005 (1)
Labels
- Abdul Hafiz Anshari (1)
- Abdurrahman Wahid (1)
- Abraham Dimara (1)
- Agung Laksono (1)
- Ali Sadikin (1)
- allah (1)
- ambalat (1)
- anak terlantar (1)
- Andi Alfian (1)
- Andi Depu (1)
- Andi Makkasau (1)
- Andi Zulkarnain (1)
- antasari (2)
- artis (1)
- awan (1)
- bawaslu (1)
- birokrasi (1)
- black campaign (1)
- blog (1)
- blog politik (7)
- bom (1)
- budaya (2)
- Bung Hatta (1)
- capres (7)
- cawapres (2)
- chemistry (1)
- dagang sapi (1)
- debat (3)
- defrimardinsyah (1)
- demokrasi (6)
- demokrat (2)
- departemen (2)
- digg (1)
- diplomasi (2)
- dirjen (1)
- divide et impera (1)
- download (1)
- dpr (1)
- efisiensi (2)
- ekonomi (2)
- eksekutif (1)
- emosi (1)
- etika (3)
- fakir (1)
- freedom institue (1)
- gakari (1)
- GBK (1)
- Gerindra (1)
- Golkar (4)
- gubernur (1)
- Gus Dur (1)
- Habib Sayid al Jufrie (1)
- hak angket (1)
- HAM (1)
- hasil (1)
- hukum (2)
- ibas (1)
- idealisme (1)
- ideologis (1)
- iklan (2)
- Indonesia Timur (1)
- indragiri (1)
- inisial (1)
- isu (64)
- Jacko (1)
- Jawa (1)
- JK (5)
- JK-Win (19)
- Johannes Leimena (1)
- kabinet (2)
- kalah (1)
- Kalla (1)
- kampanye (29)
- kandidat (1)
- keamanan (1)
- kebudayaan (1)
- kecemburuan (1)
- kedaulatan (1)
- kegagalan (1)
- kematian (1)
- kerakyatan (1)
- keunggulan (1)
- kewirausahaan (1)
- khofifah (1)
- kino (1)
- koalisi (3)
- komentar (2)
- komposisi (1)
- kontroversi (2)
- korupsi (2)
- kosgoro (1)
- kpk (2)
- KPU (4)
- legislatif (1)
- Lingkar Madani (1)
- listrik (1)
- LRI (1)
- LSI (1)
- LSN (1)
- luar Jawa (2)
- magis (1)
- makassar (1)
- mallarangeng (3)
- manohara (1)
- masyumi (1)
- Megapro (8)
- Megawati (2)
- menang (1)
- menteri (2)
- mimpi (8)
- miskin (1)
- mkgr (2)
- money politics (1)
- MU (1)
- muhammadiyah (1)
- murba (2)
- muslimat (1)
- mybloglog (1)
- neolib (3)
- neoorba (1)
- netralitas (2)
- nu (1)
- obama (1)
- olah raga (2)
- orang tua (1)
- otonomi (1)
- pahlawan nasional (3)
- Pakubuwono (1)
- PAN (1)
- pancasila (1)
- panti asuhan (1)
- partai (5)
- PDIP (1)
- pelanggaran (1)
- pelanggaran kampanye (1)
- pemekaran (2)
- penampungan (1)
- pencitraan (1)
- pendidikan (3)
- pengangguran (1)
- penggembosan (1)
- pengusaha (1)
- peraturan (1)
- perbandingan (1)
- perdamaian aceh (1)
- pilihan (1)
- pilkada (1)
- pilpres (14)
- PKS (1)
- politik (2)
- politisi (1)
- polling (1)
- polo (1)
- powertel (1)
- PPP (1)
- Prabowo (3)
- prosedur (1)
- psikologis (1)
- PSK (1)
- purnawirawan (1)
- rasionalitas (2)
- Ray Rangkuti (1)
- realitas (1)
- referendum (1)
- restruksturisasi (1)
- riau (2)
- Rizal (2)
- Rohul (1)
- rpp (1)
- rumah singgah (1)
- rumus (1)
- rusli zainal (1)
- Saiful Mujani (1)
- sanksi (1)
- Sanusi (1)
- SBY (16)
- sby-no (1)
- sejarah (7)
- sekber (1)
- sengketa (1)
- sepakbola (1)
- sihir (1)
- silabus (1)
- silat (1)
- Singapura (1)
- skenario (1)
- slogan (2)
- Soeharto (1)
- Soetrisno Bachir (1)
- spekulasi (1)
- sportivitas (1)
- strategi (1)
- suara terbanyak (1)
- suksesi (1)
- survey (3)
- tag (1)
- Teddy (1)
- terbaik (1)
- teror (1)
- tim siluman (1)
- tim sukses (2)
- timnas (1)
- timses (2)
- TNI (2)
- transmigrasi (1)
- ujian nasional (1)
- Umar Bakry (1)
- undang-undang (1)
- verification (1)
- video (1)
- Wiranto (2)
- WTS (1)
- wyd (1)


